Makna Jujur Dalam Kehidupan Sehari Hari

Makna Jujur Dalam Kehidupan Sehari Hari – Pemberitahuan penting dijadwalkan untuk pemeliharaan server (GMT) Minggu 26 Juni, 02:00-08:00. Situs tidak berfungsi pada waktu yang ditentukan!

B. Kompetensi Dasar (KD) 1.6 Meyakini kejujuran merupakan ajaran dasar agama. 2.6 Menunjukkan perilaku jujur ​​dalam kehidupan sehari-hari. 3.6 Menganalisis manfaat kejujuran dalam kehidupan sehari-hari. 4.6 Tunjukkan hubungan antara contoh perilaku setia dalam kehidupan sehari-hari dan iman. C. Tujuan Pembelajaran Siswa mampu: 1. Meyakini bahwa kejujuran adalah landasan agama. 2. Menunjukkan sikap jujur ​​dalam kehidupan sehari-hari. 3. Menganalisis manfaat kejujuran dalam kehidupan sehari-hari. 4. Menunjukkan hubungan antara contoh perilaku beriman dalam kehidupan sehari-hari dan iman. D. Guru mengembangkan materi yang memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengakses materi pembelajaran yang mengarahkan siswa menemukan nilai-nilai jujur ​​yang benar-benar dapat mereka pahami. Pengembangan alat integritas meliputi hal-hal berikut. 1. Mengecek pemahaman terhadap Q.S. al-Māidah/5:8, Q.S. pada- Taubah/9:119, Q.S. al-Anfal/8:58, dan Q.S. an-Nahl / 16:105 kejujuran, manfaatkanlah. 2. Jelaskan pengertian Q.S. al-Māidah/5:8, Q.S. pada- Taubah/9:119, Q.S. al-Anfal/8:58, dan Q.S. an-Nahl / 16:105 tentang kejujuran dalam menggunakan IT. 3. Memberikan bacaan lebih lanjut terhadap ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis-hadis lain yang mendukung kejujuran. 92 Kelas X SMA/MA/SMK/MAK Download dari : Bukupaket.com

Makna Jujur Dalam Kehidupan Sehari Hari

Makna Jujur Dalam Kehidupan Sehari Hari

E. Proses Pembelajaran 1. Persiapan a. Guru mengawali pembelajaran dengan salam, salam, doa dan Tadarus: membaca surah pendek pilihan atau ayat hafalan Al-Qur’an; Sederhana dan benar (atau huruf yang sesuai dengan program ritual yang sudah ditetapkan), śalat duhā’ (atau śalat sunnah lainnya, jika memungkinkan, sebagai modifikasi pembukaan pendidikan, untuk menjadikan tingkah laku dan tingkah laku siswa) bersama-sama (berjamaah ) . B. Amati kesiapan dan semangat siswa dengan memeriksa kehadiran, tata cara berpakaian, penyelenggaraan kelas dan pertemuan setelah kegiatan pembelajaran, berdasarkan metode dan gaya mengajar. C. Tercapainya tujuan pembelajaran transfer atau keterampilan dasar pada materi pembelajaran: “Menjaga integritas dan mencerminkan kepribadian” berdasarkan Q.S. al-Māidah/5:8, Q.S. pada- Taubah/9:119, Q.S. al-Anfal/8:58, dan Q.S. an-Nahl/16:105. D. Model pendidikan yang dapat disiapkan dan digunakan untuk menggantikan keterampilan tersebut adalah puzzle, peran, pengembangan keterampilan dan kemampuan siswa dalam membaca Al-Qur’an dengan metode immersion (dilaksanakan dengan membaca berulang-ulang). 2. Dalam pelaksanaan tugas ini, guru mengembangkan pendidikan dengan metode pengajaran, metode pengajaran, media pengajaran dan bahan ajar yang berbeda-beda yang sesuai dengan ciri dan butir “menjaga harkat dan martabat dan mencerminkan kepribadian” Q.S. al-Māidah/5:8, Q.S. at-Taubah/9:119, Q.S. al-Anfal/8:58, dan Q.S. an-Nahl/16:105. a) Membuka Pintu Hati 1) Guru memberi semangat kepada siswa sesuai dengan konteks dan pemanfaatan materi dengan memperkenalkan pelajaran “Membuka Pintu Hati” pada setiap awal bab pemaparan siswa. buku, dalam hal ini kisah tentang para sahabat Nabi Muhammad SAW. Nama Wasilah bin Iqsa yang sedang berada di pasar ternak. Kajian Islam dan Alam 93 Diunduh dari: Bukupaket.com

Berikan Satu Contoh Perilaku Jujur Dalam Kehidupan Sehari Hari!tolong Dijawab Dengan Benar Ya

2) Guru menyajikan proses mengamati dan menjelaskan materi pembelajaran, menjaga keutuhan dan mencerminkan kepribadian, sebagai landasan dan awal membangun pemahaman siswa. 3) “Pembukaan hati”, dapat juga dipromosikan dengan menyajikan video, film, gambar, cerita, atau surat-surat bijak yang dibuat (media berformat) dengan penjelasan yang sesuai, atau ide-ide kreatif. Kreativitas. 4) Siswa khusus dan klasikal diminta memperhatikan pembelajaran “Membuka bagian hati” dengan memahami dan menjelaskan keju atau menyajikan video, film, gambar, cerita atau potongan kertas. Penciptaan (pemformatan media) yang sederajat, kemudian dijadikan bahan tanam dan proses identifikasi dan pelaksanaan pembelajaran agama berdasarkan masalah pendidikan, sederajat, atau lebih kreatif dan kreatif. 5) Berdasarkan penyajian video, film, gambar, cerita, atau dengan memperlihatkan potongan kertas yang dibuat (Media by Design), termasuk pengertian dan penjelasan integritas, guru memberikan penguatan dan penjelasan kepada siswa untuk memungkinkan. proses pemeriksaan. Perkembangan pribadi dan klasikal bersifat lengkap, positif dan akurat. Tugas 1 Pada kolom “kegiatan siswa”, guru memfasilitasi atau bertanya kepada siswa pada saat membaca pidato: a) menentukan perilakunya, jujur ​​meskipun dalam keadaan beresiko besar, atau apakah berbuat curang padahal orang lain melakukannya. Aku tidak tahu. b) Memberi contoh nyata apa yang diketahuinya, apakah hal itu terjadi pada orang yang dikenalnya atau orang lain. b) Kritik terhadap lingkungan kita 1) Guru menyarankan kepada siswa pembelajaran pada kolom “Kritik terhadap lingkungan kita” berdasarkan kajian yang ada di buku siswa, yaitu berani mengatakan kebenaran adalah suatu hal yang hebat! yang merupakan kajian terhadap fenomena sosial yang muncul, terkait dengan pertanyaan “menjaga integritas dan mencerminkan kepribadian” berdasarkan Q.S. al-Māidah/5:8, Q.S. at-Taubah/9:119, Q.S. al-Anfal/8:58, dan Q.S. an-Nahl/16:105. 94 Kelas X SMA/MA/SMK/MAK Download dari : Bukupaket.com

2) Guru dapat menghasilkan materi pendidikan pada kolom “Kritik Lingkungan Kita” dalam bentuk video, film, gambar, cerita atau dengan memperlihatkan potongan kertas (Media by Design) yang memuat pengertian dan penjelasan mengenai hal tersebut. Jujur, atau lebih kreatif dan kreatif. 3) Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok, kemudian membiarkan masing-masing kelompok menyiapkan pertanyaan tentang materi pembelajaran pada kolom “Kritik terhadap Lingkungan Kita” atau menampilkan video, film, gambar, cerita atau potongan kertas. (Media by Design) setara untuk memuat gambaran integritas, untuk menentukan keberhasilan proses pelestarian materi pendidikan yang dilakukan peserta didik. 4) Setiap siswa atau perwakilan kelompok menanyakan pertanyaan yang telah disiapkan. Siswa lain atau kelompok lain menjawab dan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, dan mereka berupaya menciptakan pemikiran kritis serta memperkuat pemikiran individu dan kreativitas dalam proses pembelajaran untuk merangsang dan mengembangkan pikiran siswa. 5) Guru membimbing, menguatkan dan menjelaskan jawaban pertanyaan yang dirancang logis, rinci dan sistematis terhadap pertanyaan siswa, berupaya mengamati dan mengevaluasi nilai pengembangan integritas. dan masyarakat. Tugas 2 pada kolom “Kegiatan Siswa” memfasilitasi atau meminta siswa menjelaskan perilaku tidak jujur ​​yang terjadi pada masa kanak-kanak di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat yang merupakan awal mula terjadinya praktik korupsi. 3) Pengembangan pendidikan “Peningkatan”, guru memfasilitasi, membimbing dan membimbing peserta didik untuk menemukan dan menghasilkan analisis pendidikan, menjaga integritas sebagai cerminan kepribadian. Oleh karena itu, dalam proses pembelajaran dokumen ini, guru diharapkan memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengakses berbagai sumber belajar, sehingga siswa menyadari nilai dan kualitas pemahaman, kejujuran dan refleksi yang bermanfaat. Kepribadian, Agama Islam dan Ilmu Pengetahuan Alam. 95 diunduh dari: Bukupaket.com

Di rumah, di sekolah, di masyarakat. Seorang guru dapat belajar dari hal berikut. 1) Untuk memahami pengertian kesetiaan dengan menjelaskan pengertian kesetiaan dan pembagian hakikat kesetiaan, menurut Imam al-Ghazali yang mengembangkannya dengan menyajikan cerita ilustratif tentangnya, contoh-contoh yang membuktikan kesetiaan Nabi Muhammad SAW. Guru memfasilitasi siswa untuk menjawab, melaksanakan dan melaksanakan tugas-tugas yang ada di buku siswa. Tugas 3 Pada bagian “Kegiatan Siswa”, guru memfasilitasi atau meminta siswa setelah mengetahui pembagian iman, memberikan contoh masing-masing iman menurut Imam al-Ghazali. 2) Penyajian ayat Al-Qur’an dan hadits yang berbicara tentang kejujuran: Q.S. Al-Ahzaab/33; 70, Q.S. as-Saff/ 61:2-3, Q.S. al-Māidah/5:8, Q.S. dan at-Taubah/9:119 beserta isinya, serta hadits Abdullah bin Masood RA. dan esensinya. Guru dapat mengembangkan materi pembelajaran pada kolom “Tambah Harta” dalam bentuk video, film, gambar, cerita atau dengan menunjukkan potongan kertas (Media by Design) yang memuat pengertian dan penjelasan dengan ketelitian yang setara. , atau lebih banyak kreativitas dan inovasi. a) Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok, kemudian membiarkan masing-masing kelompok menyiapkan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan materi pembelajaran pada kolom “Meningkatkan Hal” atau dengan memperlihatkan video, film, gambar, cerita atau menunjukkan potongan kertas, yang telah selesai. (Media by Design) setara, atau lebih kreatif dan inovatif, termasuk penjelasan tentang integritas. Siswa atau kelompok lain menjawab dan menjawab pertanyaan, sekaligus berfungsi untuk membangkitkan pemikiran kritis dan memperkuat individualitas dan kreativitas dalam proses pembelajaran, merangsang dan mengembangkan pikiran siswa. c) Guru membimbing, menguatkan dan menjelaskan jawaban pertanyaan yang dikembangkan, secara wajar, rinci dan sistematis yang ditanyakan siswa, berusaha memperhatikan nilai kejujuran dalam masyarakat dan memahami. . 96 Kelas X SMA/MA/SMK/MAK Download dari : Bukupaket.com

D) Agar siswa bersikap logis, obyektif dan analitis dalam memahami dan mengamalkan perilaku jujur, guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok untuk berdiskusi atau membuat kajian tentang “kejujuran yang mencerminkan kepribadian”, berdasarkan Q.S. al-Māidah/5:8 dan Q.S. at-Taubah/9:119, dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) Mengingat topik pembicaraan atau bertindak, yaitu pengertian pendidikan “menjaga keutuhan dan mencerminkan pribadi”, berdasarkan Q.S. al-Māidah/5:8 dan Q.S. at-Taubah/9:119 Kemudian guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok. (2) membimbing dan mengendalikan diskusi, demonstrasi atau simulasi dengan menunjuk seorang wakil dari masing-masing kelompok untuk mengatur, mengendalikan dan mencari penjelasan lebih lanjut untuk memahami penjelasan dan manfaat kejujuran. (3) Guru memperbolehkan siswa untuk mengkomunikasikan, memperlihatkan dan menyajikan hasil diskusi, presentasi atau contoh tentang hasil, mendefinisikan dan mengembangkan gagasan, penjelasan, untuk memperkuat pemahamannya dan analisis lebih lanjut, serta berkaitan dengan “perlindungan integritas” Cermin

Hikmah Perilaku Amanah Mengajarkan Untuk Senantiasa Bersikap Jujur

Sikap jujur dalam kehidupan sehari hari, perilaku jujur dalam kehidupan sehari hari, contoh jujur dalam kehidupan sehari hari, makna al fatihah dalam kehidupan sehari hari, berperilaku jujur dalam kehidupan sehari hari, contoh sikap jujur dalam kehidupan sehari hari, makna sila pancasila dalam kehidupan sehari hari, contoh perbuatan jujur dalam kehidupan sehari hari, contoh perilaku jujur dalam kehidupan sehari hari, akibat tidak jujur dalam kehidupan sehari hari, makna shalat dalam kehidupan sehari hari, contoh bersikap jujur dalam kehidupan sehari hari

Leave a Comment