Digital Technology Negative Impact

Digital Technology Negative Impact – Hal ini mungkin tampak bertentangan dengan apa yang biasa kita dengar tentang teknologi. Tapi itu benar. Alat online telah membuat akses layanan kesehatan menjadi lebih mudah dari sebelumnya. Hal ini penting bagi sektor kesehatan mental, di mana jumlah tenaga profesional dan akses terhadap pengobatan semakin menurun.

Tidak salah jika berasumsi bahwa teknologi dapat membahayakan kesehatan mental kita. Hanya 5% orang dewasa yang menganggap hal ini positif. Meskipun ada manfaatnya, ada juga dampak negatifnya. Kita perlu melihat kedua sisi untuk memahami kelebihan dan kekurangannya.

Digital Technology Negative Impact

Digital Technology Negative Impact

Meskipun teknologi meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan mental, teknologi juga berkontribusi terhadap penyakit mental secara lebih umum. Karena orang-orang menghabiskan begitu banyak waktu menggunakan perangkat mereka, mereka cenderung tidak melakukan interaksi sosial yang bermakna.

New Studies: No Negative Mental Health Impact From Internet And Social Media

Komunikasi online juga cenderung negatif. Perbandingan sosial, isolasi, dan penindasan maya berasal dari konten yang kita lihat secara online.

Tubuh kita juga merasakan dampak negatif dari teknologi. Waktu menatap layar yang berlebihan dapat mengganggu tidur. Hal ini terutama berlaku jika waktu pemakaian perangkat adalah sebelum waktu tidur. Dan semakin banyak waktu yang dihabiskan orang pada perangkatnya, mereka menjadi semakin tidak pasif. Namun, gangguan tidur dan ketidakaktifan memperburuk kesehatan mental.

Sifat motivasi Dopamin membuat suatu keterampilan sulit dihentikan. Hal ini dapat menyebabkan kecanduan terhadap perangkat, sehingga sulit untuk berhenti menggunakannya meskipun Anda tahu perangkat tersebut berbahaya bagi kesehatan mental Anda.

Misalnya, menghindari screen time setidaknya 30 menit sebelum tidur dapat mengurangi dampak negatif pada tidur Anda. Dan mengurangi penggunaan media sosial menjadi hanya 30 menit sehari secara signifikan mengurangi masalah kesehatan mental yang paling umum. Teknologi saat ini tidak dapat dihindari dan bahkan penting dalam kehidupan kita sehari-hari serta berperan penting dalam keberadaan mental dan fisik kita di dunia. Bukan lagi “Saya berpikir, maka saya ada” tetapi “Saya mendigitalkan”, maka saya ada. Teknologi memberi anak-anak kita media informasi dan pengetahuan yang baru dan tidak terbatas serta sarana komunikasi tanpa batas, namun dampak negatifnya tidak bisa terlalu ditekankan. Mari kita lihat ancaman paling umum terhadap kesehatan fisik dan mental anak-anak dan remaja, pendidikan dan kehidupan sosial akibat penggunaan teknologi.

The Impact Of Covid 19 On The Internet Of Things |

Dampak negatif teknologi terhadap kesehatan fisik generasi muda mungkin merupakan dampak negatif yang paling mudah diukur dari semua aspek negatif teknologi. Dampak kesehatan yang paling banyak diketahui dari penggunaan teknologi adalah penyakit metabolik yang disebabkan oleh penggunaan teknologi akibat gaya hidup yang tidak banyak bergerak. Duduk dengan perangkat digital tidak hanya mengurangi aktivitas fisik yang diperlukan untuk tetap sehat, namun juga menyebabkan kita lebih banyak ngemil, yang berujung pada obesitas dan banyak penyakit lainnya. Duduk terus-menerus dapat menyebabkan masalah punggung dan leher. Masalah ini menjadi lebih buruk ketika kita terus membengkokkan perangkat genggam kita, yang menyebabkan penyakit baru: leher teks. Tendinitis ibu jari, yang disebabkan oleh penggunaan ibu jari secara berulang-ulang saat menekan tombol pada perangkat atau memainkan banyak permainan, dan sindrom terowongan karpal adalah masalah fisik lainnya yang disebabkan oleh penggunaan pergelangan tangan dan jari yang berlebihan pada berbagai perangkat.

Menatap layar secara terus-menerus dapat menyebabkan sakit kepala kronis dan masalah penglihatan. Sindrom penglihatan digital adalah penyakit baru yang semakin meluas. Mendengarkan musik keras tanpa henti di headphone dapat menyebabkan gangguan pendengaran dan telinga berdenging. Unduh secara gratis untuk mengatur waktu pemakaian perangkat anak Anda dan menjaganya dalam batas normal.

Menggunakan teknologi terlalu dekat dengan waktu tidur menyebabkan ketidakseimbangan melatonin-serotonin dan mengganggu tidur dengan menyebabkan hiperaktivasi proses berpikir melalui stimulasi sensorik yang berlebihan. Penulis penelitian menemukan bahwa cahaya biru yang dipancarkan oleh berbagai layar dapat sangat mengganggu ritme sirkadian alami tubuh, yang menyebabkan insomnia dan kabut mental terkait.

Digital Technology Negative Impact

Kecanduan teknologi adalah masalah kesehatan mental serius yang disebabkan oleh penggunaan/penggunaan alat digital secara berlebihan, yang dapat merusak kesehatan dan kehidupan sosial anak serta merusak ikatan sosial dan keluarga. Stres kronis pada ponsel cerdas adalah masalah baru yang ditemukan dalam penggunaan digital, di mana notifikasi dan interaksi terus-menerus dengan alat digital menciptakan jalur memori baru berupa rasa takut terhadap stres di otak. Bagian otak kita yang biasanya memproses pemikiran tingkat tinggi terhenti dalam kondisi lari atau melawan, sehingga menghabiskan kekuatan dan waktu otak kita.

Guiding Principles For Use Of Technology With Early Learners

Depresi dan kecemasan telah terbukti berhubungan langsung dengan penggunaan jejaring sosial. Beberapa tinjauan sistematis menunjukkan hubungan antara jaringan sosial dan depresi/kecemasan. Anak-anak yang menggunakan teknologi secara berlebihan lebih mungkin mengalami masalah kesehatan mental, antara lain defisit perhatian, kurangnya kreativitas, keterlambatan perkembangan bahasa, keterlambatan perkembangan sosial dan emosional, serta ketergantungan pada teknologi tersebut. Sebuah penelitian terhadap anak usia 15 hingga 16 tahun menemukan bahwa mereka yang mengakses media digital dalam jangka waktu lama lebih cenderung mengalami gejala gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif (ADHD).

Manusia adalah makhluk sosial dan telah hidup dalam kelompok sosial selama ribuan tahun. Awalnya dirancang untuk menyatukan orang-orang, isolasi sosial selalu menjadi pengecualian dibandingkan norma hingga munculnya internet dan media sosial mulai mengisolasi kita secara fisik. Hal ini terutama berlaku bagi populasi muda. Sebuah studi pada tahun 2017 terhadap orang dewasa muda berusia 19 hingga 32 tahun menemukan bahwa mereka yang lebih sering menggunakan media sosial tiga kali lebih mungkin merasa terisolasi secara sosial dibandingkan mereka yang lebih jarang menggunakan media sosial. “Jejaring sosial” sebenarnya adalah “isolasi sosial”.

Mereka mengatakan bahwa penggunaan teknologi yang berlebihan merampas keterampilan sosial anak-anak kita. Anak-anak lebih suka mengobrol dengan temannya di platform online daripada bertemu langsung. Ketika Anda mengganti komunikasi fisik dengan komunikasi online, Anda kehilangan isyarat seperti membaca ekspresi wajah, bahasa tubuh, dan nada suara.

Banyaknya informasi yang tersedia di web tentu saja membantu pendidikan, namun hal ini tidak meningkatkan pendidikan secara signifikan. Ketersediaan informasi menyebabkan penggunaan teknologi secara berlebihan di dalam kelas, yang tentunya berdampak buruk pada proses pembelajaran. Selain mendorong plagiarisme dan kecurangan di kelas, penggunaan teknologi dan internet yang berlebihan berdampak negatif pada kemampuan analitis dan berpikir kritis. Ini bukan sekedar spekulasi; Penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan yang lebih besar dengan teknologi hiburan, seperti game dan media sosial, dikaitkan dengan kinerja akademik yang lebih rendah.

Digital Transformation Challenges And How To Overcome Them?

Penyalahgunaan teknologi dapat menimbulkan banyak risiko bagi anak-anak. Satu dari tiga anak muda menjadi korban cyberbullying. Penyalahgunaan teknologi yang berbahaya lainnya oleh remaja adalah seks. 39% remaja mengaku mengirimkan pesan seksual dan hampir separuh remaja pernah menerima pesan digital yang berisi ketelanjangan. Ketersediaan informasi mengaburkan batas privasi, memungkinkan peretas menggunakan informasi pribadi untuk tujuan jahat, dan membahayakan anak-anak.

Menghapuskan teknologi dari kehidupan anak-anak adalah hal yang tidak realistis. Namun moderasi sangatlah penting untuk mengurangi dampak negatif teknologi terhadap anak-anak kita. American Academy of Pediatrics (APA) merekomendasikan batasan waktu pemakaian perangkat berikut:

Tetapkan batas yang kompatibel untuk waktu dan jenis media. Media tidak boleh mengganggu tidur yang cukup, olahraga, atau perilaku berbahaya lainnya.

Digital Technology Negative Impact

Orang tua dan wali dapat membantu anak-anak mereka menikmati manfaat teknologi tanpa membahayakan mereka dengan mengikuti langkah-langkah berikut:

Technology’s Negative Impact On The Soul

Berdiri dan bergerak: Bangun dan bergerak setiap 30 menit untuk mendapatkan gerakan yang Anda perlukan untuk meningkatkan sirkulasi dan mencegah nyeri punggung dan leher.

Kursi ergonomis: Meskipun Anda tidak memiliki kursi ergonomis, Anda selalu dapat duduk dengan punggung tegak bersandar pada sandaran lurus dan menjaga perut tetap aktif. Hindari membungkuk saat menggunakan perangkat portabel.

Jaga agar ponsel Anda sejajar dengan mata: Menjaga perangkat Anda (seperti tablet atau ponsel) setinggi mata daripada meletakkannya di pangkuan Anda dapat membantu mencegah teks tersangkut di tenggorokan Anda.

Aturan 20-20-20: Untuk mengurangi ketegangan mata saat melihat layar yang terang, American Optometric Association merekomendasikan istirahat 20 detik untuk setiap 20 menit waktu layar dan melihat objek sejauh 20 kaki. APA merekomendasikan penerapan zona bebas media di rumah, serta waktu bebas media, seperti waktu makan malam.

Positive & Negative Effect Of Social Media On Education

Mempraktikkan kebersihan digital: Gerakan Junk Sleep di Singapura mengusung konsep kebersihan digital. Kami mendorong siswa untuk mematikan komputer mereka setidaknya satu jam sebelum tidur agar otak mereka dapat mati dengan benar dan melakukan defragmentasi selama tidur REM. Matikan semua perangkat setidaknya satu jam sebelum menutup mata.

Arthur C. Seperti yang dikatakan Clark, teknologi apa pun yang cukup maju tidak dapat dibedakan dari sihir. Tugas kita adalah mempertahankan sisi ajaib dari keajaiban tanpa diliputi rasa takut. Teknologi telah menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia di era ini dan sangat mempengaruhi gaya hidup kita. Teknologi telah menyebar hampir di semua aspek masyarakat kita. Perbedaan yang diciptakan teknologi dalam cara manusia mendekati dan memahami satu sama lain sungguh luar biasa di abad ke-21.

Menurut Dehradun School, teknologi tidak hanya memberikan dampak;

Digital Technology Negative Impact

Pt digital technology advertising indonesia, negative impact of social media, pt digital media technology, seraphim digital technology, digital marketing & technology agency, digital technology adalah, hyundai digital technology, negative impact of internet, hyundai digital technology karaoke

Leave a Comment